Prabu Pandita Pulau Tidung ~ Informasi Travel

Diposting oleh Unknown on Jumat, 06 Juni 2014

Prabu Pandita Pulau Tidung ~ Informasi Travel



 Pulau Tidung bukan hanya saja adalah warisan alam yang mempunyai sejuta pesona keindahan alam bahari dengan semua jenis yang jadikan pulau ini jadi satu diantara pulau terindah di Jakarta. Namun Pulau Tidung ini mempunyai warisan histori yang benar-benar menempel dengan Pulau Tidung yakni terdapatnya makam seseorang raja yang dulu dibuang serta diasingkan oleh penjajah Belanda bernama Raja Pandita. Pulau Tidung ini adalah suatu pulau untuk mengasingkan seorang yang melawan atau membangkang pada pemerintahan Belanda. Serta nama Pulau Tidung itu sendiri di ambil dari nama suatu suku di Kalimantan Timur yang bernama Suku Tidung. Lantaran awal mulanya sebelum saat ditukar dengan nama Pulau Tidung, pulau ini bernama Pulau Air Besar.

Pada th. 1817 lahir seorang yang mempunyai nama asli Muhammad Sapu, yang lebih di kenal dengan nama Muhammad Kaca yang disebut seseorang raja dari daerah Malinau Propinsi Kalimantan Timur. Nama Muhammad Kaca yaitu nama samaran saat di asingkan ke Pulau Tidung oleh penjajah Belanda. Pada zaman itu, Muhammad Kaca yaitu seseorang raja yang benar-benar menentang golongan penjajah yakni kolonial Belanda. Lantaran benar-benar menentang penjajah serta tidak ingin untuk di ajak bekerja bersama, maka Muhammada kaca diculik lalu dibuang serta diasingkan ke Pulau Tidung pada th. 1892. Namun satu tahun lebih lalu tepatnya pada th. 1898, Muhammad Kaca ini meninggal dunia serta dimakamkan dibagian barat Pulau Tidung.

Lama kelamaan, suku Tidung yang ada di Kalimantan Timur ini mendengar bahwasanya di Kepulauan Seribu, Jakarta ini ada suatu pulau bernama Pulau Tidung yang disebut pulau dengan gugusan terbesar yang ada di Kepualaun Seribu. Yang pada akhirnya sebagian orang utusan Suku Tidung mendatangi Pulau Tidung ini dengan harapan tahu adakah keterikatan atas kesamaan nama Pulau Tidung itu dengan nama sukunya yakni Suku Tidung. Diluar itu, sekalian untuk mencari makam Raja Tidung yakni Raja Pandita yg tidak di ketahui kehadiran makamnya oleh suku Tidung ini.

Pada th. 2011 tepatnya di bln. Februari, ditemukanlah suatu makam yang dipercaya untuk tempat Raja Pandita dikebumikan. Raja Pandita itu yaitu Muhammad Kaca yang dibuang serta diasingkan oleh penjajah Belanda dari lokasi asalanya Kalimantan Timur yg tidak lain yaitu seseorang raja dari Kerajaan Tidung. Sesudah terang asal usulnya, makam itu lalu dipindahkan sekalian dengan makam istrinya serta anaknya. Untuk sistem perpindahan makam ini dikerjakan dengan kebiasaan Suku Tidung. Ketiga kerangka ini dipindahkan ke tempat TPU Pulau Tidung yang di buat membuat bangunan yang memiliki ukuran 9x25 mtr.. Lalu tetap pada th. yang sama tepatnya tanggal 3 Juli 2011, diresmikanlah komplek pemakaman Raja Pandita ini untuk suatu cagar budaya yang disebut suatu bukti histori yang perlu dilestarikan. 

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar